KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi transaksi keuangan daerah. Hal ini ditegaskan dalam agenda High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Kediri yang berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026.

Rapat koordinasi yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Kediri tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Kediri. Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri, serta segenap anggota TP2DD Kota Kediri.
Dalam arahannya, Pj. Sekretaris Daerah menekankan pentingnya sinergi antar-instansi dan pemangku kepentingan untuk mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), baik dari sisi pendapatan daerah (pajak dan retribusi) maupun belanja daerah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi tata kelola keuangan Pemerintah Kota Kediri.
"Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan upaya nyata kita dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan mudah bagi masyarakat Kota Kediri," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Bank Indonesia Kediri turut menyampaikan apresiasi atas perkembangan indeks elektronifikasi di Kota Kediri. BI juga memberikan arahan strategis terkait penguatan ekosistem pembayaran digital, termasuk optimalisasi penggunaan QRIS dan berbagai kanal pembayaran nontunai lainnya.
Melalui penyelenggaraan HLM TP2DD ini, BPPKAD Kota Kediri bersama seluruh jajaran TP2DD berkomitmen untuk terus mengevaluasi capaian program kerja yang sedang berjalan, sekaligus menyusun langkah strategis guna mempertahankan serta meningkatkan predikat Kota Kediri sebagai daerah digital di tingkat nasional.


